Pengertian DRC (Disaster Recovery Center)

Pengertian DRC (Disaster Recovery Center) – Data adalah hal yang paling berharga dari sebuah perusahaan sehingga perusahaan harus memastikan bahwa data yang mereka miliki ini tetap aman. Untuk menjaga data tersebut tetap aman perusahaan bisa menggunakan DRC yang mana menjadi wujud penggunaan teknologi informasi dalam sendi aktivitas perusahaan. Teknologi informasi ini tidak hanya penting dalam mengelola administrasi perusahaan namun juga vital untuk bisa mendapatkan pelanggan baru.

Ketergantungan yang besar terhadap teknologi informasi ini membuat tim IT perusahaan harus bisa memastikan bahwa data center perusahaan bisa beroperasi tanpa adanya masalah. Meski begitu data center di perangkat elektronik yang di dalamnya memiliki risiko kegagalan sehingga penting bagi perusahaan untuk memiliki DRC ini sehingga ketika terjadi kegagalan di data center utama maka DRC akan mengambil alih aktivitas perusahaan bisa tetap berjalan. Sebelum mengetahui informasi lainnya tentang DRC ini ada baiknya jika tahu pengertian DRC (Disaster Recovery Center) terlebih dahulu.

Apa Itu DRC?

Pengertian DRC (Disaster Recovery Center) adalah sebuah tempat yang mana ditujukan untuk menempatkan perangkat IT, sistem, aplikasi, dan data cadangan untuk bisa menghadapi bencana yang diperlukan oleh perusahaan besar dan juga organisasi pemerintahan. Bencana yang serius ini tidak hanya bisa menimpa satu unit kerja saja namun bisa beberapa unit. Unit yang sering terserang adalah penyimpanan data dan juga pengolahan data maupun informasi. DRC ini bukan hal yang baru di dunia IT Indonesia bahkan Bank Terbesar di Indonesia BI sudah mensyaratkan agar sema bank memiliki DRC ini.

Penjelasan Visual DRC


DRC Menggunakan VMware




Fungsi DRC
Tidak hanya Pengertian DRC (Disaster Recovery Center) saja yang harus diketahui namun fungsinya secara umum pun juga harus diketahui. Secara umum DRC ini memiliki fungsi berupa meminimalkan kerugian finansial atau non finansial dalam menghadapi kekacauan bisnis atau bencana alam yang meliputi fisik dan informasi berupa data penting yang ada di perusahaan. Fungsi selanjutnya adalah meningkatkan rasa aman di antara personel, supplier, investor, dan pelanggan.

Alasan DRC Dibutuhkan Oleh Perusahaan

Ada beberapa alasan mengapa DRC ini sangat penting untuk perusahaan, sehingga perusahaan yang belum menggunakan DRC akan mengalami beberapa risiko dan kerugian dibandingkan dengan perusahaan yang sudah menggunakan DRC ini. Alasan yang pertama mengapa DRC dibutuhkan oleh perusahaan adalah kegagalan mesin dan hardware. Meski perusahaan sudah menginvestasikan membeli mesin dan juga hardware dengan kapasitas tinggi, bukan berarti perusahaan tidak perlu membangun DRC. Mesin canggih dengan hardware tinggi DRC akan membuat perusahaan tidak akan menemukan kegagalan layanan yang disebabkan oleh fungsi hardware.


Alasan selanjutnya mengapa perusahaan membutuhkan DRC adalah faktor kesalahan manusia. Tidak jarang perusahaan masih mengalami human error dimana hal tersebut menyebabkan kerugian bagi perusahaan tersebut. Mencegah human error dengan DRC adalah langkah yang bijak dimana perusahaan bisa mencadangkan data dan mengembalikannya lagi seperti sebelum kesalahan dilakukan. Bencana tidak bisa dihindari dan juga diprediksi oleh sebab itu DRC bisa diletakkan di beberapa tempat yang mana secara teori aman dari bencana besar.

Setidaknya ada empat alasan mengapa DRC sangat dibutuhkan untuk semua perusahaan, yaitu:
Kegagalan mesin dan hardware.
Meskipun perusahaan telah berinvestasi dengan membeli mesin dan hardware kelas tinggi, bukan berarti tidak perlu membangun DRC. Mesin canggih dengan hardware tinggi dan DRC, akan membuat perusahaan tidak menemukan kegagalan layanan dikarenakan fungsi hardware.
Faktor kesalahan manusia
Pencegahan human error dengan DRC adalah langkah bijak. Perusahaan bisa mencadangkan data dan mengembalikannya lagi seperti sebelum dilakukan kesalahan.
Faktor alam yang tak bisa diprediksi
Bencana tidak bisa dihindari dan diprediksi, untuk itu, memiliki DRC yang berada di beberapa tempat yang secara teori aman terhadap bencana besar.
Layanan 24/7/365
Memiliki DRC berarti memberikan layanan pelanggan yang baik. Saat ini pelanggan ingin mendapatkan layanan cepat, dan itu bisa terjadi jika infrastruktur bisa diakses kapan saja.


Hal yang Harus Diperhatikan

Saat perusahaan akan menggunakan DRC ini ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan atau diperhatikan agar bisa mendapatkan fungsi yang maksimal. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah DRC ini harus berada di daerah yang aman tapi di dalam jarak yang terjangkau dengan layanan yang dilayaninya. Selain itu jika perusahaan ingin membangun kontrak DRC, perjanjian kontrak harus memiliki spesifikasi berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam menanggapi laporan dari client dan harus tahu pelayanan apa saja yang ditawarkan oleh si pemberi layanan.

Membangun DRC diperlukan strategi yang matang. Banyaknya faktor yang mempengaruhi dari pembangunan system tersebut.

Strategi membangun DRC harus dikembangkan untuk sistem IT, aplikasi dan data. Hal tersebut mencakup jaringan, server, desktop, laptop, perangkat mobile data dan konektivitas. Singkatnya, sistem informasi teknologi harus meliputi hardware, software, data dan konektivitas. Tanpa salah satu komponen tersebut, sistem mungkin bisa tidak berjalan.


Jika ditelusuri lebih lanjut, kita bisa melihat bahwa faktor-faktor yang diperlukan saat membangun DRC adalah sebagai berikut:
Sistem lingkungan dari ruangan komputer (ruang komputer yang aman dengan kontrol iklim, AC dan cadangan power supply, dan lain-lain).
Hardware (jaringan, server, komputer desktop dan laptop, perangkat nirkabel dan periferal).
Konektivitas ke penyedia layanan (fiber, kabel, nirkabel, dan lain-lain).
Software (pertukaran data elektronik, surat elektronik, manajemen sumber daya perusahaan, produktivitas, dll).
Data dan restorasi.

Untuk kebutuhan system DRC yang reliabel dan aman maka harus di perhatikan arsitektur sebagai berikut :

Sistem catu daya

o Pasokan listrik dari dua sumber berbeda.
o Genset dengan jaminan pasokan yang besar.
o Redundant UPS dengan konfigurasi 2N.
o Battery backup. 


Sistem Lingkungan


o Sistem HVAC N+1 redundant untuk menjamin aliran udara, suhu dan kelembaban.
o Novec 1230 fire suppression.
o Environmental Monitoring System (EMS).
Konektivitas

o FO dengan jalur rute berbeda misalkan Bekasi- Surabaya Surabaya – Cirebon - Bekasi.
o Teknologi transport DWDM, SDH, MPLS dan Metro Ethernet sampai 10Gbps.
o Media akses FO, Microwave dan Satelit.
o Storage Area Network (SAN).
o Meet-Me-Room.
o Jaringan seluler dan telepon tetap untuk mendukung pekerjaan Anda.
Keamanan

o Sistem keamanan berlapis 24x7 dengan penjagaan dengan Satuan Keamanan (Satpam), pintu dengan akses masuk, CCTV recording digital, Man-Trap dan Visitor Management 
o System (VMS) menggunakan scan sidik jari.
o Monitoring Network Operational Center 7x24 jam.
o Staging room.

Poin penting:

  • Data adalah hal paling berharga dari sebuah perusahaan, oleh karenanya dibutuhkan    Disaster Recovery Center (DRC) untuk membuat data tetap aman.
  • Untuk membuat DRC, diperlukan banyak faktor. Selain hardware dan software, pemilihan lokasi DRC juga penting.
  • Memiliki DRC membuat perusahaan akan membuat bisnis tetap jalan meski terjadi bencana.


Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar: